strategi promosi marketing atl-btl-ttl

Pengertian Marketing ATL, BTL, dan TTL: Contoh dan Kelebihannya

Sebagai seorang pengusaha, Anda pasti pernah mendengar istilah ATL, BTL, dan TTL dalam marketing, kan? ATL, BTL, dan TTL merupakan strategi yang biasa digunakan dalam marketing untuk membantu memasarkan produk. Hal ini dilakukan dengan berbagai tujuan agar produk perusahaan lebih dikenal oleh banyak orang. 

Penerapan strategi ini tentunya tidak terlepas dari tujuan akhir dilakukannya strategi marketing ATL, BTL, dan TTL. Yaitu, untuk menarik minat pelanggan untuk segera melakukan pembelian sehingga perusahaan mampu mendapatkan konversi yang optimal. 

Namun, tahukah Anda tahu apa itu ATL, BTL, dan TTL? Dan bagaimana perbedaan dari penerapan ketiganya? Semua itu akan dibahas secara lengkap pada artikel berikut.

Apa Itu ATL, BTL, dan TTL?

Strategi marketing yang tepat sangat diperlukan dalam melakukan pemasaran produk agar bisa menarik pelanggan untuk melakukan pembelian. Setelah mengetahui pentingnya menerapkan strategi yang tepat dalam kegiatan pemasaran, maka akan sangat baik jika Anda mengetahui strategi pemasaran ATL, BTL, dan TTL.

Setelah memahami secara penuh cara pemasaran ATL, BTL, dan TTL, maka Anda akan lebih mengetahui strategi pemasaran manakah yang akan cocok diterapkan dan dilaksanakan untuk bisnis yang sedang Anda jalani.

Pengertian ATL

ATL merupakan kependekan dari Above the Line. ATL sebagai salah satu strategi marketing merupakan kegiatan marketing maupun promosi. Secara umum dilaksanakan oleh manajemen pusat. Sebagai salah satu upaya yang perlu dilakukan dalam rangka mengenalkan brand kepada masyarakat sehingga tercipta brand awareness yang diinginkan. 

ATL meliputi strategi pemasaran yang secara garis besar tidak ditargetkan atau difokuskan untuk jenis konsumen tertentu. Meskipun demikian, ATL mencakup jangkauan yang sangat luas. Hal ini tidak terlepas dari tujuan dilakukannya strategi pemasaran ATL itu sendiri, yakni untuk mengenalkan brand atau merek produk kepada masyarakat. 

Oleh karena itu, strategi pemasaran ATL biasa digunakan dalam kegiatan marketing massal. Jika meninjau lebih jauh, tujuan akhir perusahaan melakukan strategi marketing ATL adalah untuk mendapatkan konsumen yang semakin banyak sehingga dapat meningkatkan penjualan perusahaan.

Pengertian BTL

BTL merupakan kependekan dari Below the Line. Berbeda dengan ATL yang tidak memiliki fokus promosi pada kalangan tertentu, BTL sebagai salah satu strategi marketing merupakan kegiatan marketing maupun promosi yang secara umum dilaksanakan oleh pengecer yang dilakukan secara spesifik kepada target pasar tertentu dan lebih mengutamakan keberhasilan penjualan dibandingkan pembangunan brand produk. 

Oleh karena itu strategi marketing BTL disebut juga strategi marketing langsung, artinya strategi BTL bertujuan untuk menyasar langsung kepada target pasar yang diinginkan. Biasanya strategi BTL dijalankan dengan cara memberikan potongan harga maupun uji coba gratis yang bertujuan untuk menarik pelanggan agar segera membeli produk yang ditawarkan.

Pengertian TTL

TTL merupakan kependekan dari Through the Line. TTL sebagai salah satu strategi marketing merupakan kegiatan marketing maupun promosi yang secara umum dilaksanakan dengan cara menggabungkan strategi marketing ATL dan BTL. Strategi TTL ini muncul akibat adanya perkembangan teknologi yang menyebabkan batasan antara ATL dan BTL semakin samar atau bias. 

Kondisi ini memunculkan adanya istilah baru dalam marketing yaitu TTL (Through the Line). Karena strategi marketing TTL menggabungkan ATL dan BTL, maka tujuan dari strategi TTL juga merupakan gabungan tujuan dari ATL dan BTL. 

Tujuan dilakukannya strategi marketing TTL adalah untuk mengenalkan brand produk kepada masyarakat sekaligus untuk mendapatkan konversi atau penjualan. Sebagai contoh penerapan strategi marketing TTL adalah dengan cara menyiarkan iklan produk di radio disertai mengirim direct mail marketing kepada pelanggan yang ditargetkan.

Contoh Promosi ATL, BTL, dan TTL

Seperti yang telah kita pelajari sebelumnya tentang strategi marketing ATL (Above the Line), strategi ini merupakan strategi yang bertujuan untuk mengenalkan produk secara massal kepada banyak orang. Oleh karena itu, media penyampaian yang digunakan juga dapat diakses oleh semua orang yang mempunyai alat untuk mengaksesnya. Adapun, media penyampaian pesan yang banyak digunakan untuk menjalankan strategi ATL ini, antara lain seperti televisi, radio, majalah, dan koran, banner, spanduk, baliho, dan lain sebagainya. Berikut alasan kenapa media tersebut banyak dipilih perusahaan untuk menjalankan strategi marketing ATL.

  1. Televisi.

Media pertama yang paling sering digunakan untuk menjalankan strategi marketing ATL adalah televisi. Anda pasti sering melihat iklan-iklan yang ditayangkan di televisi bukan? Iklan-iklan tersebut merupakan contoh dari penerapan strategi ATL untuk mengenalkan brand dan memasarkan produk sehingga lebih dikenal oleh masyarakat. Tidak hanya nasional, melalui televisi produk perusahaan juga bisa dikenal oleh orang-orang di mancanegara. Hal ini tentunya bergantung pada saluran TV yang Anda gunakan. 

Adapun, alasan media televisi banyak digunakan untuk menjalankan strategi marketing ATL adalah jumlah pemirsa atau orang yang menonton televisi setiap harinya sangat banyak. Hal ini tentunya sangat sesuai dengan tujuan dilakukannya strategi marketing ATL itu sendiri, yakni dapat menjangkau masyarakat yang luas dari berbagai kalangan. Menurut data, bahkan rata-rata orang di Amerika Serikat mampu menonton acara TV selama 4,3 jam setiap harinya. 

Tidak hanya di Amerika, hal ini juga terjadi di seluruh dunia. Penyebab dari banyaknya orang yang menonton televisi dengan waktu yang cukup lama ini tentunya tidak terlepas dari siaran yang diberikan televisi itu sendiri.Televisi mampu menyiarkan gambar bergerak beserta audio yang lebih menarik banyak orang untuk lebih lama menontonnya.

  1. Radio.

Media kedua yang biasa digunakan untuk menjalankan strategi marketing ATL yaitu radio. Meskipun radio tidak seperti televisi yang bisa menampilkan gambar bergerak, tetapi radio mampu memberikan frekuensi yang baik kepada pendengar. 

Jika Anda pernah mendengar iklan di radio, Anda pasti ingat bahwa iklan-iklan tersebut terus diulangi secara berulang kali. Hal inilah yang menyebabkan radio menjadi salah satu media yang tepat untuk melakukan strategi pemasaran ATL. 

Dari frekuensi inilah para konsumen akan menangkap informasi dan pesan yang disampaikan dalam iklan dengan harapan akan menarik mereka untuk segera membeli produk yang diiklankan tersebut. Selain itu, peminat radio hingga saat ini juga masih banyak sehingga Anda bisa menjangkau banyak orang, baik di kalangan masyarakat lokal, nasional, atau bahkan internasional. Bagaimana tertarik menjalankan strategi marketing ATL dengan radio?

  1. Media Cetak.

Apakah ada media lain yang sesuai untuk digunakan dalam menjalankan strategi marketing ATL? Jawabannya ada, yaitu media cetak. Anda pasti tahu koran, dan majalah bukan? Koran dan majalah telah menjadi media cetak yang banyak digunakan untuk melakukan pemasaran dengan strategi ATL. Tidak kalah dengan radio dan televisi, media cetak ini juga mampu mengenalkan produk Anda ke banyak kalangan, baik  lokal, nasional, hingga internasional. 

Media cetak bisa dikatakan memiliki jangkauan yang lebih luas daripada media penyampaian pesan lainnya. Apalagi zaman sekarang juga telah terdapat media cetak digital yang bisa digunakan untuk memasang iklan. Selain itu, media cetak seperti surat kabar juga selalu mempunyai tempat untuk kolom iklan yang bisa Anda gunakan untuk mengenalkan merek kepada banyak orang. 

Sedangkan, majalah juga tidak kalah menarik untuk digunakan dalam menjalankan marketing ATL. Melalui majalah yang sesuai dengan niche bisnismu, maka Anda akan lebih mudah dalam menjangkau bidikan target pasarmu.

  1. Outdoor Advertising.

Selain televisi, radio, dan media cetak, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk menjalankan strategi marketing ATL dengan media outdoor advertising. Anda pasti sering melihat banner, spanduk, baliho, dan sejenisnya terpampang secara jelas di pinggir jalan raya. 

Metode ini merupakan salah satu penerapan strategi marketing ATL menggunakan outdoor advertising atau iklan luar ruangan. Kenapa outdoor advertising potensial untuk menjalankan strategi marketing ATL? Hal ini karena banyak orang yang akan melihat, membaca, bahkan hingga menjadi tertarik untuk membeli produk yang terpampang di iklan tersebut. 

Terlebih lokasi penempatan outdoor advertising yang sangat strategis, seperti di tempat umum atau tempat-tempat yang seringkali orang kunjungi. Selain itu, outdoor advertising juga akan terus dipajang di tempat tersebut, sehingga akan banyak orang melihatnya dan bahkan berulang kali.

B. Contoh Promosi BTL

direct-mail-marketing-promosi-marketing-atl
source: unsplash.com

Berikut merupakan contoh promosi Below the Line, yang biasa digunakan.

  1. Direct Mail Marketing.

Strategi pertama yang sering digunakan untuk menjalankan marketing BTL adalah dengan mengirimkan direct mail marketing yang menyasar secara langsung kepada target pasar yang diinginkan. 

Direct mail dapat berupa email, pesan teks, dan sebagainya yang isi penawarannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing konsumen yang menjadi target pasarnya. Jika strategi ini dilakukan dengan baik maka akan mendatangkan banyak penjualan pada bisnis yang Anda jalani.

  1. Brand Activation.

Jika di tingkat marketing ATL bertujuan untuk mengenalkan merek, maka di tingkat marketing BTL bertujuan untuk mendapatkan konversi atau penjualan. 

Oleh karena itu, perlu adanya brand activation, yaitu serangkaian upaya yang dilakukan perusahaan guna menarik konsumen untuk segera membeli produk yang ditawarkan. Selain itu, brand activation juga diperlukan untuk membangun hubungan jangka panjang kepada para konsumen.

  1. Kemitraan.

Kemitraan atau sponsorship merupakan salah satu strategi mengenalkan brand produk yang dilakukan di tingkat marketing BTL. Hal ini dilakukan dengan cara membangun mitra dengan berbagai perusahaan maupun acara dengan tujuan untuk memperoleh kesan positif kepada pelanggan, membangun merek, dan meningkatkan penjualan produk.

C. Contoh Promosi TTL

  1. Digital Marketing.

Contoh pertama dari penerapan strategi marketing Through the Line (TTL) adalah digital marketing. Strategi digital marketing termasuk penerapan dari marketing TTL karena melibatkan penerapan kedua strategi marketing, yaitu ATL dan BTL. Media digital yang digunakan untuk menyampaikan pesan dapat disebut penerapan dari strategi marketing ATL.

Sedangkan, dalam waktu bersamaan, digital marketing juga mampu memberikan penawaran yang spesifik yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing calon konsumen. Hal inilah yang merupakan penerapan dari strategi marketing BTL. 

Jika digital marketing mampu dijalankan dengan baik, maka tidak heran jika produk ada banyak dikenal oleh masyarakat dari berbagai kalangan sehingga mendapatkan banyak konversi.

  1. 360º Marketing.

Contoh kedua dari penerapan strategi marketing TTL adalah strategi 360º marketing. Hal ini dilakukan dengan cara mengoptimalkan penerapan kedua strategi pemasaran sekaligus, yaitu ATL dan BTL dengan tujuan untuk membangun brand sekaligus menghasilkan banyak penjualan. 

Strategi TTL seperti inilah yang banyak digunakan dalam marketing pada saat ini. Hal ini tentunya tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi yang menyebabkan batasan antara ATL dan BTL menjadi tidak begitu jelas. Selain itu, strategi TTL juga dapat dikatakan cukup ampuh untuk menarik pelanggan dan mendapatkan konversi.

Baca Juga Artikel Terkait Marketing: Strategi Marketing: Tujuan Dan Jenisnya

Kelebihan ATL, BTL, dan TTL

Setelah mengetahui apa itu ATL, BTL, dan TTL dan contoh promosi yang digunakan, Anda mungkin bisa menalar kelebihan masing-masing strategi marketing tersebut. Adapun, supaya lebih jelas berikut penjelasan mengenai kelebihan ATL, BTL, dan TTL.

  1. Kelebihan ATL.

Kelebihan marketing Above the Line (ATL), antara lain memiliki jangkauan masyarakat yang sangat luas. Hal ini tentunya berhubungan dengan tujuan dilakukannya strategi marketing ATL itu sendiri, yakni untuk mengenalkan produk secara massal kepada masyarakat. Media-media penyampaian pesan yang digunakan juga memiliki daya tarik yang cukup tinggi, seperti televisi, radio, dan media cetak yang cukup banyak memiliki peminat. 

Terlebih penampilan audio-visual pada televisi yang membuat banyak orang betah untuk menontonnya berjam-jam sehingga kemungkinan iklan yang Anda pasarkan akan mudah dilihat dan ditonton banyak orang dari berbagai kalangan. Selain itu, frekuensi yang diberikan radio juga memudahkan masyarakat untuk memahami pesan yang disampaikan iklan kita terhadap produk perusahaan. 

Sedangkan, koran dan majalah bisa menyebarkan informasi ke berbagai kalangan ataupun menurut pembaca yang mempunyai minat khusus terhadap majalah tertentu. Kelebihan strategi marketing ATL ini tentunya akan lebih memudahkan Anda dalam mengenalkan brand ke masyarakat secara massal dari berbagai kalangan.

  1. Kelebihan BTL

Kelebihan strategi marketing BTL adalah memiliki target pasar yang jelas. Hal ini akan sangat mendukung tercapainya tujuan dari dilaksanakannya marketing BTL itu sendiri, yakni untuk menghasilkan konversi.  Selain itu, pelaksanaan strategi marketing BTL juga lebih mudah untuk dikontrol atau dikendalikan. 

Hal ini karena perusahaan telah menentukan target pelanggan yang akan dibidik. Sehingga strategi promosi juga bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelanggan yang berbeda-beda. Jika strategi ini dijalankan dengan baik, maka keberhasilan dalam penjualan produk akan menjadi keuntungan besar yang akan Anda peroleh dalam menjalankan marketing BTL.

  1. Kelebihan TTL

Dari pembahasan sebelumnya Anda telah mengetahui bahwa TTL merupakan gabungan dari penerapan strategi ATL dan BTL dalam marketing. Oleh karena itu, kelebihan strategi ini juga merupakan gabungan dari kelebihan keduanya. 

Anda bisa menjalankan strategi marketing TTL dengan menggabungkan dua macam strategi marketing, tentunya hal ini akan semakin potensial untuk membangun brand produk dan mendapatkan konversi yang semakin optimal. Bagaimana tertarik menggunakan strategi marketing TTL?

Strategi distributor untuk mendorong marketing bisnis. 

Setelah mengetahui dan memahami apa itu strategi marketing ATL, BTL, dan TTL, contoh promosi yang digunakan, dan kelebihannya masing-masing, maka Anda sudah bisa menggambarkan dan menilai kira-kira strategi mana yang tepat bagi marketing perusahaan. 

Pertimbangkan pula jumlah biaya yang dibutuhkan untuk melakukan promosi dengan strategi marketing ATL, BTL, dan TTL supaya marketing dapat terus berjalan dengan biaya yang minimal. Dengan melakukan pertimbangan ini, Anda akan tahu strategi marketing yang paling potensial dan ampuh untuk diterapkan dalam memasarkan produk perusahaan.

Selain itu, tingkatkan sistem distribusi barang dan jasa bisnis Anda dengan teknologi digital. Pakai Software Distribution Management dari SimpliDOTS sekarang juga!

SimpliDOTS adalah aplikasi distribusi barang yang telah diakui dan dibuktikan ribuan mitra bisnis dan klien di seluruh Indonesia. Dilengkapi fitur Distribution Management System, SimpliDOTS Sales Force Automation, SimpliDOTS Retail, FMCG Solution, dan banyak lagi. 

Penasaran apakah SimpliDOTS cocok untuk mengelola distribusi barang dan jasa bisnis Anda? Daftar melalui tautan ini untuk coba GRATIS 14 hari. Info selengkapnya kontak Whatsapp: +62 812 2776 1242