Relase Note SAP 4

Penambahan Fitur & Perbaikan Kendala di Distribution Management System (DMS) – [26 Maret 2022 – 04 April 2022]

Berikut beberapa penambahan fitur dan perbaikan di Backoffice DMS:

1. Penambahan Fitur

Berdasarkan format template terbaru dari DJP terkait penggunaan aplikasi DJP versi 3.1, DMS melakukan penyesuaian implementasi pada template e-Faktur mengenai NIK customer yang sebelumnya tampil pada kolom Reference menjadi tampil pada kolom NIK/Paspor di menu Lawan Transaksi.

Sehingga, saat ini terdapat penambahan tanda “#NIK# sebelum “Nama” customer agar NIK dapat tampil di Aplikasi DJP tepat pada menu Lawan Transaksi; NIK/Paspor, dimana sebelumnya tidak ada tanda “#”.

Jika terdapat customer yang tidak diinput data NIK pada DMS, maka sistem akan melakukan input NIK secara default menjadi 0000000000000000.

WhatsApp Image 2022 03 21 at 3.03.36 PM
Penambahan #NIK#
image 20220319 071100
Tampilan NIK pada Print Preview Aplikasi Efaktur
image 20220319 071126
Tampilan NIK pada Detail Transaksi Efaktur

Perubahan terkait fitur ini adalah sebagai berikut:

  • Perubahan pada Template e-Faktur yaitu terdapat Invoice No. pada kolom Reference No. Sebelumnya, pada kolom Reference No di-assigned dengan Customer NIK (identity card).
  • Pada saat membuat e-Faktur, hasil e-Faktur tidak digabung berdasarkan Nama Customer melainkan berdasarkan Nomor Invoice.

    Note : untuk e-Faktur yg sudah dibuat dan customer memiliki lebih dari 1 invoice maka ReferenceNo = kosong.
image 20220319 081445
Before: e-Faktur groupped by Customer Name
image 20220319 081252
After: e-Faktur grouped by invoice no.

Hasil export e-Faktur pada kolom Referensi sebelumnya NIK menjadi nomor invoice seperti berikut ini:

image 20220319 081712
After: Kolom Referensi berisi nomor invoice.
Screenshot 31
Penambahan Kolom Price Average pada hasil Export Product

Penambahan button Apply All dan Clear All ketika melakukan pembayaran pada menu Customer Payment agar memudahkan user untuk menentukan pembayaran keseluruhan atau hapus pembayaran keseluruhan sebelum disimpan.

WhatsApp Image 2022 04 04 at 7.25.24 AM

Ketika user menghapus data employee (karyawan) yang tidak ingin digunakan lagi, maka akan otomatis menghapus data device id tracker yang telah disimpan di Live Tracking.

Contoh:
Before: Employee DBAT belum dihapus dari Employee Master.

image 20220324 085649 1
Before: DBAT pada Employee Master
image 20220324 085615
Before: DBAT pada Live Tracking (Web-backoffice)
image 20220324 085534
Before: DBAT pada Live Tracking (aplikasi Supervision)

After: DBAT telah berhasil dihapus dari Employee Master.

image 20220324 090655
After: DBAT sudah tidak tampil pada Live Tracking (Web-backoffice)
image 20220324 090601
After: DBAT sudah tidak tampil pada Live Tracking (Aplikasi Supervision)
2. Perbaikan Fitur

Sebelumnya, terdapat kendala saat melakukan import e-Faktur muncul error ETAX-20028 : Jumlah Dpp, Ppn, PPnBm Objek Faktur tidak sama dengan nilai Faktur. Error ini dikarenakan perhitungan total nilai invoice tidak sesuai jika terdapat promo/diskon yang belum di-round down.

Contoh: nilai faktur 16,537.50 menjadi 16,537.00

image 20220314 073717
Before round down

Sebelumnya, terdapat kendala “Error duplicate key row (SO-220300001)…” pada aplikasi Retail (DMS-I3181).

Case:
Saat create orderan dari aplikasi Retail muncul “Cannot insert duplicate key row in object ‘dbo.Sales Order’ with unique index ‘IX_OrderNo’. The Duplicate value is (S0-220300646). The Statement has been terminated” ini dikarenakan nomor orderan tersebut sudah ada atau telah digunakan sebelumnya.

image 175

Solution: Set penomoran dilakukan di akhir ketika orderan akan di-save.

Terdapat kendala error message “Account cannot be empty” pada saat melakukan pembayaran dengan DP (Down Payment) dikarenakan kolom Payment Method, Applied, Discount dan Total pembayaran dari DP tidak muncul.


image 20220302 093642 1
Before: Paid by DP
image 20220302 094009
After: Paid by DP

Before: Customer Marni memiliki DP sebanyak Rp 1,260,000.00 namun saat melakukan pembayaran dari menu Invoice, DP tersebut kosong dan tidak dapat digunakan.

image 20220403 195644
Before

After: Customer Marni memiliki DP sebanyak Rp 1,260,000.00 namun saat melakukan pembayaran dari menu Invoice, DP tersebut telah tampil dan dapat digunakan.

image 20220403 200914 1 1
After

Case : Terjadi pembayaran dua kali (double payment) ketika melakukan pembayaran dari aplikasi SFA dikarenakan pada saat melakukan pembayaran seperti berikut:
Invoice : SIMPLI-220300363
1. User melakukan pembayaran dari aplikasi SFA (Pembayaran pertama) pada device pertama untuk invoice SI – 220300001.
2. Kemudian, user melakukan pembayaran lagi dari aplikasi SFA (Pembayaran kedua) pada device kedua untuk invoice SI – 22030000 yang sama dengan pembayaran pertama. Dan melakukan send data/sync transaction.
atau,
3. Melakukan pembayaran dari Web-backoffice (Pembayaran kedua) dari menu Invoices/Customer Payment untuk SI – 220300001 yang sama.
4. Selanjutnya, user yang menggunakan aplikasi SFA di device pertama, melakukan send data/sync transaction untuk Invoice SI – 220300001.

Pembayaran dengan cara diatas mengakibatkan terjadinya extra payment/double payment pada satu nomor invoice yg sama.

Solution: Menambah perlindungan untuk double payment ketika melakukan pembayaran dari aplikasi SFA dengan menampilkan error message “SalesInvoiceCollection: Invoice SIMPLI-220300363, Customer Marthin, TK, PaymentReceived PRM-220311172340 exceed total invoice. Please remove this payment” seperti berikut:

image 177