Memulai Bisnis kargo dengan tips berikut

Peluang Bisnis Kargo: Tips dan Jenisnya

Apa Itu Bisnis Kargo

Awalnya bisnis kargo mengacu pada bisnis pengiriman barang dalam jumlah banyak yang dimuat oleh kapal laut. Namun seiring bergulirnya waktu dan meningkatkan kebutuhan pengiriman, kini istilah kargo sudah memiliki arti yang luas.

Orang-orang kini mengenal kata kargo sebagai istilah yang digunakan untuk menyebut barang atau produk yang diangkut menggunakan truk, mobil van, pesawat, kapal, atau bahkan kereta api.

Jadi, kargo mengacu pada barang atau produk biasanya untuk kebutuhan komersil yang muatannya dihitung dan barang tersebut diangkut menggunakan kendaraan-kendaraan darat (truk), laut (kapal), juga udara (pesawat).

Ada juga yang mengaitkan kargo sebagai bagasi pesawat, namun umumnya kargo dimaksudkan untuk barang bahkan pengangkutan hewan ternak seperti kuda, sapi, kerbau atau hewan lain juga dikategorikan sebagai kargo. 

Dengan demikian dapat diambil simpulan bahwa kargo yang dimaksudkan di sini adalah segala barang kiriman yang diangkut oleh kendaraan muatan, baik untuk diperdagangkan atau untuk keperluan lain yang non komersil yang telah dilengkapi dokumen pengangkutan seperti air waybill, dan lain-lain. 

Berdasarkan hal di atas, menjadi jelas bahwa bisnis kargo adalah pemanfaatan pelayanan pengangkutan barang kargo dengan tujuan komersial. Bisnis pengiriman kini menjadi peluang bisnis yang sangat menjanjikan dan berkembang pesat. Pengiriman di sini mengacu pada pemuatan barang kargo.

Salah satu indikator pendorongnya tentu karena berkembangnya teknologi yang membuat aktivitas jual-beli secara online meningkat pesat. Aktivitas itulah yang menjadi peluang besar bagi Anda yang telah merencanakan untuk memulai bisnis kargo.

Jenis-jenis Kargo

Selain kargo laut dan kargo udara, ada berbagai jenis kargo yang dapat dijadikan sumber rujukan untuk memulai bisnis kargo Anda. Pengelompokan kargo di sini didasarkan pada karakteristik barang yang akan diangkut dan dikirim.

1. Kargo Umum (General Cargo)

Jenis kargo pertama adalah kargo umum atau general cargo. Barang yang termasuk pada kategori general cargo adalah barang-barang kiriman biasa yang tidak memiliki karakteristik membahayakan.

Selain indikator itu, barang yang dimuat dalam kargo umum biasanya tidak mudah mati atau  busuk, juga tidak gampang rusak. 

Karena karakteristiknya yang tidak berbahaya dan tidak mudah rusak, barang-barang dalam general cargo tidak membutuhkan penanganan khusus. Akan tetapi persyaratan yang ditetapkan pada aspek safety harus terpenuhi.

Dengan begitu, untuk pengiriman menggunakan kapal laut, barang dalam kategori kargo umum biasanya dapat dimasukan ke dalam kontainer kapal, sementara jika pengiriman yang digunakan melalui pesawat udara akan masuk kompartemen pesawat.

Contoh barang yang masuk ke dalam jenis ini adalah barang-barang elektronik, suku cadang, pakaian, dan lain-lain.

2. Kargo Khusus (Special Cargo)

Jenis yang kedua adalah jenis yang biasa disebut kargo khusus. Kargo jenis ini akan mengangkut barang-barang yang memerlukan penanganan khusus baik dari awal penerimaan, pengiriman, hingga ke pengangkutannya. Adapun beberapa contoh special cargo yang harus diketahui ialah:

  • Live Animal (AVI): Kargo jenis ini meliputi hewan-hewan hidup yang dikirim melalui pesawat udara seperti ikan, kuda, ayam, dan lainnya.
  • Perishable goods (PER): barang yang termasuk kategori PER adalah barang-barang yang gampang rusak, busuk, atau hancur. Contohnya sayuran, buah, daging. 
  • Valuable goods (VAL): Kargo VAL adalah kargo atau barang-barang berharga, barang yang memiliki harga membutuhkan penanganan khusus seperti emas, berlian, mutiara, cek, dan lain-lain. 
  • Human Remain (HUM): mayat manusia yang diangkut menggunakan pesawat termasuk ke dalam kategori Humain Remain (HUM). HUM sendiri dibagi lagi menjadi dua yakni mayat yang masih berbentuk jasad dan diangkut memakai peti jenazah dan mayat yang telah dikremasi (telah menjadi abu) biasanya dikirim menggunakan kotak kayu atau kotak guci.
  • Live Human Organ (LHO): Seperti namanya, barang yang termasuk dalam kategori ini adalah organ-organ tubuh manusia yang masih bisa berfungsi seperti jantung, hati, bola mata dan sejenisnya. 

Semua barang-barang yang masuk dalam kategori kargo khusus (special cargo) harus memenuhi penanganan dan persyaratan secara khusus sesuai dengan regulasi internasional.

 3. Dangerous Goods (DG) / Kargo Berbahaya

Ada juga barang-barang yang berbahaya ketika dimuat dan memiliki risiko sangat tinggi karena mengancam keselamatan penerbangan. Barang-barang yang sangat berbahaya ini dimasukan ke dalam kategori kargo berbahaya atau dangerous cargo (DC). 

Kebanyakan barang-barang yang termasuk ke dalam DC adalah barang kargo yang memiliki karakteristik mudah terbakar, meledak, atau bahkan menguap.

Berdasarkan karakteristik barang yang memerlukan penanganan ekstra hati-hati ini kargo berbahaya dibagi lagi menjadi beberapa kategori, antara lain: 

  • Explosive Goods (REX): barang yang berbahaya dan mudah meledak masuk ke dalam kategori ini. Barang-barang tersebut di antaranya adalah bom, nuklir, kembang api, peluru, mesiu, petasan, atau bahkan nuklir.
  • Oxidizing Substances (ROX) & Organic Peroxide: termasuk ke dalam kategori ini barang-barang yang mudah menguap. Namun tidak hanya menguap, jika barang ini terhirup makhluk hidup akan menyebabkan pusing, contohnya etanol.
  • Gasses (RPG): barang yang termasuk ke dalam kategori ini adalah jenis barang yang mudah menguap. Biasanya bahan-bahan kimia seperti hidrogen dan sejenisnya.
  • Radioactive Material (RFW) adalah bila terkena sinar yang akan bereaksi dan dapat membahayakan manusia, hewan dan beberapa jenis kargo lainnya.
  • Corrosives (RCM): barang-barang yang mengandung karat seperti merkuri dimasukan ke dalam kategori ini.
  • Flammable Liquids (RFL) adalah barang-barang yang bersifat zat cair dan memiliki sifat yang mudah terbakar seperti cat tertentu, Alkohol, Pernis, BBM, dan lain sebagainya.
  • Flammable Solids (RFS): jenis kargo ini meliputi barang berupa zat-zat padat yang memiliki sifat mudah terbakar jika terjadi gesekan seperti korek api.
  • Toxic (RPB) & Infectious Substances (RIS): barang yang bersifat racun atau mengandung racun perlu penanganan khusus dan masuk dalam kategori ini. Virus, sianida, bakteri hidup dan lain-lain masuk ke dalam kategori ini.
  • Miscellaneous Dangerous Goods (RMD): kategori ini memasukan barang yang sebenarnya biasa namun akan mengganggu mesin pesawat jika dimasukan dalam kargo umum. Karena dapat mengancam keselamatan penerbangan maka barang tersebut menjadi berbahaya. Barang-barang yang termasuk ke dalam kategori ini umumnya barang yang mengandung magnet atau elektrik misalnya kursi roda elektrik, magnet dan lain-lain.

Baca Juga: Menjalankan Bisnis Ekspor Di Indonesia: Statistik Dan Prosedurnya

4. Irregularity Cargo

Selain dari karakteristik kargo yang membutuhkan penanganan berbeda antara satu dengan yang lain, terdapat juga sebutan-sebutan untuk kargo yang dikategorikan berdasarkan permasalahan dalam penanganan tadi, berikut penjabarannya:

SBU Garuda menyebut kargo ini sebagai irregularity cargo atau masalah-masalah yang terjadi dalam proses penanganan kargo. Dalam proses operasionalnya terkadang ada ketidaksesuaian yang terjadi pada kargo-kargo.

Terdapat berbagai faktor namun yang paling umum menjadi penyebab adalah kargo yang dimuat tidak memenuhi standar prosedur operasi. 

  1. Missing Cargo

Missing cargo adalah sebutan untuk barang kargo yang hilang, atau barang tersebut tidak dapat ditemukan berdasarkan sumber yang memberi kabar.

Missing kargo dibagi menjadi dua, yang pertama origin station untuk barang yang hilang di stasiun keberangkatan dan ada juga destination station untuk barang kargo yang tidak ditemukan di stasiun tujuan.

  1. Damage Cargo

Jika kargo yang telah dimuat ditemukan dalam keadaan tidak utuh atau rusak, baik itu kerusakan packing bahkan isi dari kargo tersebut maka ia dimasukan ke dalam kategori damage cargo.

Terdapat beberapa jenis damage cargo karena seperti telah diketahui bahwa setiap kargo yang dimuat memiliki karakteristik yang berbeda sehingga sebagian butuh penanganan yang khusus. Beberapa jenis damage cargo tersebut yakni::

  • Pilferage: kargo yang hilang atau rusak.
  • Spoile: kargo yang hancur, kondisinya rusak sangat parah sehingga tidak dapat digunakan lagi.
  • Torn: terdapat kerusakan pada packing dari kargo yang ditemukan, namun isi dari kargo tersebut belum bisa dipastikan apakah masih utuh atau sama rusak dengan packingnya.
  • Breakage: untuk kargo rusak karena pecah, biasanya kargo tersebut memang gampang pecah dan berlabel fragile.
  • Mortality: sebutan untuk kerusakan (kematian) bagi kargo yang termasuk dalam jenis live animal. Contohnya saat kambing atau ayam ditemukan dalam keadaan mati ketika tiba di stasiun tujuan.
  1. Deterioration

Barang-barang kargo yang termasuk dalam kategori perishable cargo (PER) mengalami kerusakan mutu.Seperti telah dijelaskan bahwa barang kargo yang termasuk ke dalam kategori ini adalah sayur-sayuran dan juga buah.

Ketika barang tersebut mengalami kerusakan atau dalam hal ini penurunan mutu entah itu cacat atau bahkan busuk maka kargo irregularity yang akan dipakai adalah deterioration. 

  1.  Overload Cargo

Sebutan untuk kargo yang telah selesai dibuatkan dokumen-dokumen keberangkatannya namun gagal dimuat dan berangkat karena kapasitas muatan pesawat berlebih. 

Ketika barang masuk dalam kategori overload cargo biasanya akan ditunda pengirimannya dan dikirimkan pada hari selanjutnya.

  1. Found Cargo

Found Cargo merupakan sebutan untuk barang-barang kargo yang nyasar, barang tersebut malah sampai ke stasiun yang bukan menjadi tujuan tibanya. 

Penumpang yang merasa kehilangan dan ingin mengklaim barang yang berada dalam daftar found cargo akan diminta mengisi data-data seperti data pemilik dan keterangan barang dengan jelas, itulah mengapa dalam kondisi ini dokumen-dokumen keberangkatan sangat penting.

Tips memulai bisnis kargo
source: unsplash.com

Tips Penting Memulai Bisnis kargo

Dengan sampainya Anda membaca pada bagian terakhir dalam artikel ini berarti Anda sudah berpikir dan serius merencanakan untuk memulai bisnis kargo sendiri. Untuk memaksimalkan pengetahuan yang telah didapatkan dan melancarkan langkah dalam memulai bisnis kargo Anda silakan ikuti tips berikut.

  1. Membangun Tim Lintas Kompetensi

Untuk memulai suatu bisnis memang harus dengan membentuk sebuah tim, namun dalam bisnis kargo tim harus dibentuk oleh orang-orang dengan lintas bidang keahlian. 

Seperti telah disebutkan di atas bahwa ada beragam jenis kargo yang dapat digunakan untuk mengirim barang, tim yang akan dibentuk tentu juga menyesuaikan dengan bisnis kargo yang Anda pilih.

Dalam hal ini misalnya jika Anda memilih bisnis kargo lewat kapal laut tentu harus memiliki tim setidaknya yang bisa mengurusi masalah-masalah kompleks dalam operasional kargo kapal.

Sebuah tim yang dapat menghitung dan mempertimbangkan dampak operasional dan komersial untuk menentukan langkah yang tepat bagi bisnis kargo Anda. 

  1. Melawan Arus Bisnis Kargo yang Telah Mapan Lebih Dulu

Maksud melawan arus di sini adalah membawa suatu sudut pandang baru dalam jasa pengiriman barang, suatu pandangan yang dapat mengguncang praktik para pelaku bisnis kargo yang telah lebih dulu mapan. 

Arus praktik jasa pengiriman barang bisa ditentang dengan suatu inovasi atau mencoba menguji ide-ide baru yang lebih membantu dalam pelayanan bisnis kargo.

Celah-celah dalam pelayanan yang dirasa kurang efektif dapat dijadikan sebagai landasan penciptaan ide baru, atau bisa pula dari sistem yang mungkin tidak bekerja.

Indikator yang harus diingat adalah bahwa apapun ide yang sedang Anda buat atau kembangkan tidak mengada-ngada dan malah membuat pelayanan mundur satu langkah dari depan.

Anda bisa memulai dengan mengintegrasikan pelayanan bisnis kargo Anda dengan teknologi atau aplikasi yang dapat memaksimalkan proses pengiriman atau apapun yang tujuannya adalah meningkatkan pelayanan Anda dalam melakukan pengiriman barang.

  1. Mengatur Ulang Insentif

Hal ini masih memiliki keterkaitan dengan menciptakan inovasi baru bagi pelayanan pengiriman barang. Mengatur ulang insentif bagi karyawan Anda akan berdampak pada etos kerja yang ingin dicapai.

Karyawan biasanya memerlukan insentif moneter untuk dimotivasi dan meningkatkan kinerjanya. Selain itu, pengakuan dari perusahaan lewat penghargaan atau bonus di luar insentif juga bisa menjadi pilihan yang menarik. 

Penting untuk dicatat bahwa mencampurkan keduanya dengan tepat dapat meningkatkan kinerja individu yang tentu berefek juga pada peningkatan pelayanan bisnis kargo Anda. 

  1. Menginisiasi Budaya Kerja yang Fresh

Setelah mengatur sedemikian rupa tentang kedalaman tim yang Anda bentuk, ciptakanlah budaya kerja yang menyenangkan. Jangan pernah menyepelekan langkah ini karena pada setiap perusahaan yang berkembang akan selalu dilandasi oleh tim yang bahagia. 

Sistem manajemen yang cukup ketat dan terorganisir juga harus dibangun. Kendalikan sistem yang sudah berjalan dengan teratur melaksanakan dialog mingguan agar para atasan dapat membuat keputusan yang tepat guna. 

  1. Jangan Lupakan Tim Analis

Tim Analis mesti dikhususkan dengan tujuan memberdayakan segala aspek agar segala masalah yang kompleks seperti dampak keuangan dan produktivitas pengiriman dapat diminimalisir.

Dalam hal operasional, tim analis bisa juga dipakai untuk membantu para atasan merencanakan berbagai strategi dan penetapan harga pelayanan agar bisnis kargo Anda tidak merugi.

Pada masalah taktis, tim analis dapat membantu masalah-masalah terkait rancangan jaringan pengiriman, bunker, prakiraan harga dan pandangan jangka panjang, serta produktivitas terminal yang menyangkut masalah operasional seperti kemacetan di pelabuhan.

Kesimpulan

Dengan berkembangnya teknologi dan meningkatnya siklus belanja online, membuka bisnis kargo atau layanan pengiriman kargo menjadi peluang usaha yang sangat menjanjikan. Terlebih banyak aktivitas jual-beli online kini memungkinkan untuk seseorang memesan barang langsung dari luar negeri.

Layanan pengiriman barang kargo menjadi sebuah layanan yang sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan segala proses transaksi jual-beli jarak jauh tersebut.

Untuk memulai bisnis kargo yang memiliki masa depan cerah ini Anda bisa memulainya dengan menyewa satu atau dua truk dan membuka layanan ekspedisi cargo Full Truck Loaded (FTL) atau Less Truck Loaded (LTL) dan mengefektifkan pelayanan bisnis kargo lewat jalur darat.

Usahakan saat akan memulai bisnis ini Anda telah mengetahui prosedur operasional dan mengurus segala persyaratan yang dibutuhkan. 

Selain membuka layanan pengiriman kargo sebagai bisnis, Anda juga dapat membuka layanan logistik lain lalu buat bisnis logistik Anda berkembang pesat dengan dukungan aplikasi distribusi dan pengantaran yang canggih dari SimpliDOTS.

Didukung fitur lengkap untuk mengelola, melacak, serta meningkatkan penjualan dan distribusi barang. SimpliDOTS juga memiliki tim ahli yang siap membantu kendala bisnis dalam hal distribusi. 

Penasaran apakah SimpliDOTS cocok untuk mengelola distribusi barang dan jasa bisnis Anda? Daftar melalui tautan ini untuk coba GRATIS 14 hari. 

Dapatkan juga berbagai info menarik serta update aktivitas SimpliDOTS dengan follow Instagram @simplidots.