consumer goods behaviour

Consumer Goods Adalah: Pengertian dan Sektornya

Apa Itu Consumer Goods?

Consumer goods atau barang konsumsi adalah produk yang dibeli oleh konsumen untuk dikonsumsi, sering disebut juga sebagai barang akhir.

Barang-barang tersebut dibuat oleh produsen dengan tujuan akhir untuk digunakan atau dinikmati sendiri dengan kata lain tidak dibuat untuk kegiatan produksi ekonomi yang lebih lanjut.

Consumer goods adalah hasil akhir dari produksi manufaktur untuk konsumen, sehingga apa yang kemudian konsumen lihat atau nampak tersebar pada tiap rak toko itulah yang disebut barang konsumsi.

Pakaian, makanan, juga perhiasan adalah apa yang dimaksud tadi sebagai consumer goods karena dapat langsung digunakan, sementara bahan-bahan dasar atau mentah seperti tembaga yang membutuhkan proses lebih lanjut tidak dikategorikan sebagai consumer goods.

Dari kacamata ekonomi, terdapat pengklasifikasian barang konsumsi, yakni barang yang tahan lama (durable goods), tidak tahan lama (undurable goods), dan jasa atau layanan (services).

Barang tahan lama ditujukan untuk barang-barang yang bisa digunakan lebih dari tiga tahun contohnya pakaian, sementara barang tidak tahan lama adalah barang yang bisa digunakan terbatas (kurang dari tiga tahun), dan jasa yang dimaksud dapat berguna langsung saat proses produksi.

Sedangkan dalam bidang pemasaran, consumer goods dikelompokkan berdasarkan aktivitas konsumen, seperti perilaku konsumen, bagaimana konsumen berbelanja, dan seberapa sering barang tersebut dibeli oleh konsumen.

Barang-barang yang dimasukkan ke dalam kelompok consumer goods biasanya dibeli untuk digunakan di rumah atau kantor bisa juga untuk rekreasi atau penggunaan pribadi. 

Barang tahan lama seperti televisi atau motor adalah barang konsumsi yang memiliki jangka waktu penggunaan cukup panjang (3 tahun lebih) sehingga biasanya akan sering digunakan dari waktu ke waktu.

Sementara barang yang tidak tahan lama memiliki rentang waktu hidup yang pendek atau secara jelas disebutkan kurang dari tiga tahun seperti makanan atau minuman yang memiliki masa kadaluarsa.

Di samping itu ada juga layanan atau jasa yang dikategorikan sebagai consumer goods yakni layanan yang dapat langsung bermanfaat saat proses produksinya seperti layanan pangkas rambut atau bahkan bengkel motor.

Apa Perbedaan Antara Capital Goods dan Consumer Goods?

Capital goods atau barang-barang yang ditujukan sebagai modal (dijadikan modal) merupakan aset fisik yang digunakan oleh perusahaan untuk proses produksi, untuk memproduksi produk atau jasa yang nantinya akan digunakan konsumen.

Capital goods bukanlah barang jadi dalam artian bisa langsung dinikmati oleh konsumen, melainkan barang yang digunakan untuk membuat barang jadi (consumer goods).

Barang-barang yang termasuk ke dalam capital goods di antaranya adalah gedung atau kantor, mesin produksi, kendaraan, alat-alat produksi, dan lain-lain. 

Sementara barang konsumsi atau consumer goods adalah barang yang digunakan atau dinikmati langsung oleh konsumen sehingga di masa mendatang tidak akan digunakan untuk kegiatan produksi.

Dari poin di atas dapat disimpulkan bahwa beberapa barang bisa masuk ke dalam kategori sebagai capital goods atau consumer goods dengan catatan diletakan pada fungsi yang dijalankan oleh barang tersebut.

Memahami Lebih dalam Mengenai Consumer Goods

Consumer goods sering disebut sebagai barang jadi, dalam hal ini berarti barang yang merupakan hasil akhir dari sebuah proses produksi sehingga tidak akan mengalami proses produksi lagi.

Dari segi bisnis, seorang pengusaha atau perusahaan akan memadukan barang-barang modal seperti mesin produksi, dengan tenaga pekerja dan bahan baku (seperti kain atau tembakau) untuk menghasilkan barang jadi.

Barang-barang yang digunakan dalam proses produksi tersebut, yang tidak dijual langsung untuk kebutuhan konsumen disebut sebagai barang produsen.

Pemasaran Consumer Goods

Dalam proses pemasaran barang-barang yang termasuk ke dalam kelompok consumer goods terdapat pengklasifikasian barang berdasarkan pada aktivitas dan tujuan konsumen membeli barang tersebut.

  1. Convenience Consumer Goods

Pertama ada barang-barang yang memiliki aktivitas pengulangan pembelian secara teratur yang disebut sebagai convenience consumer goods.

Barang-barang tersebut dijual oleh sebagian besar pengecer dan pedagang grosir sehingga dengan mudah tersedia untuk dibeli. Barang yang masuk ke dalam kategori ini contohnya beras atau susu.

Karena kebutuhan konsumen yang beragam, convenience consumer goods dibagi lagi menjadi barang kebutuhan pokok (untuk pemenuhan kebutuhan dasar konsumen), dan barang yang termasuk impulsif (non-prioritas) seperti rokok.

  1. Shopping Consumer Goods

Shopping consumer goods atau barang belanjaan merupakan barang-barang yang membutuhkan pemikiran dan perencanaan lebih dari konsumen dibanding dengan convenience goods.

Barang yang termasuk ke dalam kategori shopping consumer goods umumnya mempunyai waktu hidup yang lebih lama dan harga yang mesti dikeluarkan oleh konsumen juga lebih banyak (mahal). 

Contoh barang shopping consumer goods adalah lemari atau televisi.  

consumer-goods-product
source: unsplash.com
  1. Specialty Consumer Goods

Barang konsumsi khusus (spesial) adalah sebutan untuk barang-barang yang dibuat untuk konsumen yang memiliki daya beli atau keuangan melimpah.

Barang-barang ini sering dikenal dengan sebutan barang mewah, sehingga pihak pemasar akan mengarahkan target pasar mereka pada kelas ekonomi menengah ke atas. Contoh paling umum adalah produk perhiasan.

  1. Unsought Consumer Goods

Barang-barang termasuk juga pelayanan yang masuk ke dalam kategori ini adalah barang yang selalu tersedia namun tidak banyak dicari oleh pelanggan.

Hanya beberapa kalangan konsumen yang membeli barang-barang jenis ini meskipun selalu tersedia. Biasanya barang tersebut ada dan tersedia untuk memenuhi permintaan tertentu, salah satu contohnya adalah asuransi.

Fast Moving Consumer Goods (FMCG)

Salah satu kelompok paling besar atau pengkategorian paling dikenal dalam consumer goods adalah barang-barang yang termasuk ke dalam fast moving consumer goods (barang konsumsi yang bergerak cepat).

Klasifikasi ini memasukkan barang-barang yang memiliki waktu konsumsi yang tidak lama seperti produk makanan dan minuman yang selalu bergerak cepat melalui rantai dari produsen sampai dengan konsumen.

Barang-barang yang masuk ke dalam klasifikasi ini sangat disukai oleh konsumen sehingga pergerakan barang-barang FMCG sangat cepat dan menawarkan peluang perputaran rak yang tinggi.

Oleh sebab pergerakannya yang tinggi itulah banyak perusahaan-perusahaan besar bergerak di bidang fast moving consumer goods (FMCG) ini.

Jenis-Jenis Produk Fast Moving Consumer Goods (FMCG)

Beberapa produk FMCG yang cukup dikenal banyak orang Indonesia pada umumnya, ada 4 yaitu:

  1. Home Care

Barang-barang atau produk yang termasuk ke dalam kategori ini pada umumnya meliputi barang yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Seperti telah diketahui bahwa banyak kegiatan yang dilakukan di rumah yang membutuhkan barang jadi, seperti saat mencuci piring, mandi, sikat gigi dan lain-lain.

Barang-barang yang digunakan atau dinikmati oleh konsumen untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga tadi masuk ke dalam kategori home care.

  1. Private Care

Private care atau peralatan pribadi adalah sebutan untuk barang-barang atau produk yang digunakan untuk tujuan pemenuhan kebutuhan pribadi seseorang.

Barang yang termasuk ke dalam kategori ini bisa berbeda antara satu orang dengan orang lain karena kebutuhan orang yang berbeda-beda.

Barang-barang atau produk yang masuk ke dalam kategori ini contohnya adalah kosmetik, pakaian, obat-obatan dan lain-lain.

  1. Makanan dan Minuman

Produk makanan dan minuman masuk ke dalam kategori fast moving consumer goods karena kecepatan perputaran transaksi yang dilakukan oleh konsumen.

Beberapa jenis makanan dan minuman baik yang bisa langsung dikonsumsi oleh pelanggan maupun yang memerlukan pengolahan terlebih dahulu seperti mie instan masuk ke dalam kategori ini.

Beberapa contoh makanan dan minuman FMCG contohnya beras, minyak, kopi, mie instan, telur, teh dan lain-lain. 

  1. Rokok

Di Indonesia produk rokok merupakan salah satu produk yang memiliki pelanggan yang cukup banyak. Bahkan dari tahun ke tahun pajak dari sektor industri rokok selalu menyumbang angka terbanyak dibanding industri lain.

Rokok merupakan salah satu produk yang memiliki pergerakan yang cukup cepat di pasar karena banyaknya pelanggan yang menyukainya.

Baca Juga: 10 Perusahaan-Perusahaan FMCG Terbesar Di Indonesia

Karakteristik Produk FMCG

Dari sudut pandang pemasar terdapat beberapa jenis produk FMCG yang dapat diklasifikasikan.

Beberapa produk yang memiliki volume penjualan tinggi bisa masuk dan membuat kategori tersendiri berdasarkan kacamata pemasar.

Seperti telah dijelaskan sebelum ini bahwa produk FMCG diisi oleh barang-barang yang memiliki kecepatan perputaran persediaan yang tinggi, dan karena suatu produk memiliki volume penjualan yang tinggi maka produk tersebut bisa masuk ke dalam FMCG.

Karakteristik lain adalah dengan melihatnya dari aktivitas konsumen. Ada beberapa ciri yang dapat membuat suatu barang bisa masuk ke dalam kategori produk FMCG.

Ciri-cirinya antara lain adalah ketika konsumen tidak memerlukan upaya berlebih untuk memilih barang tersebut, kemudian ketika konsumen menggunakan atau menikmatinya dengan sangat cepat, dan hal lain adalah produk yang memiliki waktu yang pendek.

Sektor Consumer Goods

Barang-barang consumer goods dikategorikan ke dalam sektor tertentu sehingga ada beberapa perusahaan atau kelompok saham yang bisa dikategorikan sebagai perusahaan FMCG ketika ia termasuk ke dalam sektor tersebut.

Sektor consumer goods adalah barang-barang yang dimaksudkan untuk digunakan langsung oleh pembeli untuk kebutuhan maupun kesenangan mereka sendiri.

Sehingga perusahaan-perusahaan yang membuat atau memproduksi dan menjual barang dengan tujuan penggunaan oleh individu maupun rumah tangga dalam artian tidak dibuat untuk diolah lagi bisa disebut sebagai perusahaan FMCG.

Sektor ini mencakup perusahaan yang bergerak di bidang produksi makanan, barang dalam kemasan, pakaian, minuman, mobil, dan elektronik.

Memahami Sektor Consumer Goods

Barang konsumsi dapat secara luas dikategorikan sebagai tahan lama atau tidak tahan lama, dan sektor barang konsumsi secara keseluruhan dapat dipecah di banyak industri yang berbeda. 

Sementara beberapa jenis produk, seperti makanan, diperlukan, yang lain, seperti mobil, dianggap sebagai barang mewah. Secara umum, ketika ekonomi tumbuh, permintaan konsumen tumbuh dan sektor ini akan melihat peningkatan permintaan untuk produk-produk kelas atas. 

Ketika permintaan konsumen menyusut, ada peningkatan permintaan relatif untuk produk bernilai.

Banyak perusahaan di sektor barang konsumsi sangat bergantung pada iklan dan diferensiasi merek. Kinerja di sektor barang konsumsi sangat bergantung pada perilaku konsumen. 

Mengembangkan rasa, mode, dan gaya baru serta memasarkannya kepada konsumen adalah prioritas.

Teknologi Internet modern memiliki dampak yang sangat besar dan berkelanjutan pada sektor barang konsumsi. Cara produk diproduksi, didistribusikan, dipasarkan, dan dijual semuanya telah berevolusi secara dramatis selama beberapa dekade terakhir.

Sektor barang konsumsi mencakup beragam industri yang bervariasi. Segala sesuatu yang dibeli dan digunakan konsumen dapat termasuk dalam kategori ini, jadi memahami bagaimana karakteristik mereka yang berbeda dapat mempengaruhi kinerja industri menjadi penting.

Secara garis besar, sektor ini dapat dibagi menjadi barang tahan lama dan tidak tahan lama. 

Beberapa barang tidak tahan lama dapat dianggap sebagai barang konsumsi yang bergerak cepat, yang merupakan barang kemasan dengan volume penjualan yang tinggi, perputaran persediaan yang cepat, dan seringkali umur simpan yang pendek, seperti makanan.

Barang tahan lama mencakup banyak barang konsumsi besar, seperti mobil, peralatan utama, dan elektronik rumah tangga.

Barang konsumsi juga dapat dikategorikan sebagai siklus atau non-siklus. Siklus konsumen adalah kategori saham yang sangat bergantung pada siklus bisnis dan kondisi ekonomi. 

Siklus konsumen mencakup industri seperti otomotif, perumahan, hiburan, dan ritel. Non-siklus juga dikenal sebagai kebutuhan pokok konsumen adalah barang-barang yang selalu diminati.

Pemasaran dan Branding Consumer Goods

Pemasaran, periklanan, dan diferensiasi merek adalah pertimbangan utama bagi perusahaan di sektor barang konsumsi. 

Banyak perusahaan sektor barang konsumsi dihadapkan pada berbagai pesaing dekat, barang substitusi, dan pesaing potensial. 

Persaingan harga dan kualitas seringkali sengit, sehingga identifikasi dan diferensiasi merek sangat penting bagi kinerja perusahaan sektor barang konsumsi.

Teknologi

Tren teknologi adalah kekuatan yang kuat di semua aspek sektor barang konsumsi

Kemajuan teknologi adalah jantung dari tren industri sektor barang konsumsi. Kemajuan teknologi telah merevolusi rantai pasokan, pemasaran, dan produk itu sendiri di sektor ini. 

Rantai pasokan yang berkelanjutan dan saling berhubungan mendorong efisiensi operasional. Dengan menggunakan teknologi baru, banyak perusahaan sektor barang konsumen terlibat dengan konsumen dengan cara yang lebih langsung dan inovatif.

Konsumen meneliti, membeli, dan terlibat dengan merek secara digital, dan perusahaan di sektor ini harus mempertimbangkan hal ini dalam strategi mereka. 

Partisipasi konsumen dalam merek telah bergerak lebih dari sekedar membeli dan mengkonsumsi produk, dengan umpan balik konsumen yang berkelanjutan dan akses sesuai permintaan ke data konsumen secara real-time. 

Keterhubungan dan interoperabilitas produk konsumen telah menjadi nilai jual utama bagi perusahaan di sektor ini.

Simpulan

Consumer goods adalah barang jadi yang dibuat oleh seorang atau perusahaan dengan tujuan untuk bisa digunakan atau dinikmati langsung oleh konsumen bukan untuk diolah lagi menjadi barang yang ain.

Sektor consumer goods berhubungan dengan segala permintaan dan kebutuhan konsumen pribadi atau rumah tangga dan bukan perusahaan dalam artian suatu usaha yang akan mengolah dan memproduksinya lagi menjadi barang yang lain.

Untuk menjawab segala tantangan yang berkaitan dengan bisnis dan perusahaan FMCg dibutuhkan suatu pengelolaan barang yang sangat terorganisir karena pergerakan yang cepat membutuhkan tingkat pengelolaan yang cakap.

Automasi segala kegiatan operasional mulai dari manajemen produksi hingga distribusi dapat menjadi solusi untuk menjawab tantangan ini, dan hal itulah yang ditawarkan oleh SimpliDOTS.

SimpliDOTS bisa menjawab semua tantangan yang dihadapi bisnis FMCG terutama dalam industri distribusi barang. Klik link ini untuk mendapatkan aplikasi SimpliDOTS secara GRATIS

Tingkatkan kinerja dan penjualan bisnis FMCG Anda dengan Distribution Management System dari SimpliDOTS. 

Serta terkait pengiriman perusahaan Anda juga bisa memaksimalkan kinerja pengantaran dengan menciptakan rute paling optimal untuk bisnis FMCG Anda menggunakan Delivery & Route Optimization.

Coba keduanya secara gratis dengan layanan demo yang telah disediakan.

Follow juga instagram kami untuk informasi lebih update setiap harinya.